Praktik Solar Subsidi Diduga Tak Terkendali di Minahasa, LSM Minta Operasi Gabungan
Minahasa — Jejakmaung.com
Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali mencuat di wilayah Minahasa. Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menilai bahwa praktik penyaluran solar subsidi di daerah tersebut semakin tidak terkontrol dan merugikan masyarakat kecil.

LSM menyebutkan adanya indikasi kuat bahwa aktivitas pengumpulan dan distribusi solar subsidi secara tidak sah dilakukan oleh sejumlah pihak tertentu, termasuk adanya dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH). Dugaan ini muncul setelah masyarakat mendapati pola pengisian berulang oleh kendaraan tertentu yang kerap terjadi tanpa pengawasan ketat.

“Kami menerima banyak laporan dari warga mengenai antrean solar yang tidak wajar, kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM bersubsidi, serta adanya dugaan pembiaran oleh oknum. Ini harus segera direspons,” kata salah satu perwakilan LSM yang enggan disebut namanya.
LSM Minta Operasi Gabungan
LSM mendesak agar Aparat Penegak Hukum bersama Pertamina segera melakukan operasi gabungan untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan distribusi solar subsidi di lapangan. Menurut mereka, operasi tersebut penting untuk memutus potensi jaringan yang merugikan negara maupun masyarakat.
“Operasi gabungan diperlukan agar pengawasan lebih objektif dan komprehensif. Jika dibiarkan, praktik seperti ini hanya akan memperburuk ketersediaan solar subsidi bagi para nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil,” lanjutnya.
Sorotan LSM ke SPBU Tondano 74.956.02
Selain itu, LSM juga menyoroti SPBU Tondano dengan nomor 74.956.02, yang menurut laporan masyarakat diduga menjadi salah satu titik rawan penyimpangan. Mereka meminta Pertamina melakukan evaluasi mendalam sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jika terbukti ada pelanggaran atau pembiaran terhadap praktik penyalahgunaan BBM subsidi, maka Pertamina harus memberi sanksi sesuai aturan dan Undang-Undang. Tidak boleh ada toleransi,” tegas perwakilan LSM tersebut.
Dampak Langsung ke Masyarakat
Kelangkaan solar subsidi di beberapa titik di Minahasa disebut warga semakin sering terjadi. Antrean panjang di SPBU membuat aktivitas nelayan dan petani terganggu, sementara sejumlah kendaraan operasional usaha kecil terpaksa berhenti bekerja karena kesulitan mendapatkan solar.
“Kami berharap ada tindakan tegas. Jangan sampai masyarakat kecil jadi korban,” ujar seorang warga di Tondano.
Menunggu Respons Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari APH maupun pihak Pertamina terkait dugaan serta laporan yang disampaikan oleh LSM dan masyarakat. Publik berharap kedua lembaga segera memberikan klarifikasi dan langkah nyata untuk mengamankan distribusi BBM subsidi di Minahasa.
LSM menegaskan bahwa penegakan hukum yang jelas, tanpa pandang bulu, menjadi kunci penting untuk menghentikan potensi praktik mafia solar di daerah tersebut.
(…)





